Pasca Tinjau Pasar Lupi, 2 Dewan Segera Panggil Pihak Terkait

0

PERMATANILAU.COM – Dua anggota dewan DPRD Mukomuko, Novri Ardiantasari, SE (Hanura) dan Fajar Anita Sari, SE (PAN), Rabu 2 Juni 2021, sekitar pukul 10.00 WIB meninjau Pasar Lubuk Pinang. Disebutkan Novri tujuan kehadirannya lantaran setelah mendapat laporan dari masyarakat khusunya para pedagang yang berjualan dipasar tersebut.

“Dalam laporan itu, masyarakat khusunya pedagang merasa kesulitan mendapatkan air bersih. Oleh sebab itu kami turun untuk meninjau ke lokasi guna mengecek kebenaran dari laporan yang kami sudah terima,” kata Novri.

Setelah ditinjau, diketahui masyarakat dan pedagang ternyata sudah 6 bulan merasakan kondisi kesulitan air bersih. Adapun faktor pemicunya lantaran meteran listrik yang terpasang di salah satu bangunan terminal milik Dinas Perhubungan dilokasi pasar tersebut sudah dicabut.

“Jadi setelah meteran listrik dicabut. Mesin pompa sumur bor yang dibangun pemerintah sebagai penunjang aktivitas para pedagang yang biasanya sumber listrik dari meteran tersebut. Kini justru tidak berfungsi lagi. Akhirnya para pedagang kesulitan mendapatkan air bersih,” tambahnya.

Ia jua menjelaskan, selain sudah memanggil Camat dan pengelola pasar. Pihaknya segera akan memanggil pihak terkait guna menjelaskan kondisi yang terjadi. Akar permasalahan harus segera diselesaikan lantaran listrik dan air bersih adalah sarana penunjang penting bagi para pedagang dan pengunjung pasar dalam menjalankan aktivitas selama dipasar.

“Nanti kita akan kooedinasi dengan 3 pihak yakni Dinas Perhubungan, Disperindag dan pihak PLN untuk mengatasi keluhan para pedagang tersebut. Sudah 6 bulan mereka (pedagang,red) merasakan kondisi ini. Tidak hanya kesulitan air bersih, terkait dicabutnya meteran pasti juga berdampak terhadap lampu penerangan pasar. Selama 6 bulan ini juga belum ada alternatif dari instansi terkait, tentu ini harus kita cari akar permasalahan dan solusinya,” jelasnya lagi.

Disamping itu, Fajar Anita menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti akar permasalahan yang dialami para pedagang di pasar Lubuk Pinang. Ia mengaku sangat kesal lantaran mengetahui adanya uang retribusi yang dibebankan kepada para pedagang. Padahal kondisi tang terjadi ternyata sarana pelayanan penunjang bagi para pedagang untuk menjalankan usahanya tidak berjalan dengan baik, seperti yang terjadi saat ini.

“Saya sangat miris dan prihatin melihat kondisi yang terjadi seperti ini. Apalagi para pedagangnya justru kebanyakan kaum perempuan. Sempat pula saya dengar tadi bahwa pedagang dan masyarakat yang berada dipasar kesulitan untuk buang air kecil. Sehingga ada dari sebagian mereka yang harus pulang kerumah dulu. Padahal saya lihat dilokasi pasar ada sumur bor dan wc umum, tapi sayangnya justru tidak bisa dipakai. Kita kasihan melihat mereka yang sudah ditarik retribusi pajak untuk pendapatan daerah, namun pelayanan sarana penunjang aktifitas usaha mereka tidak berjalan optimal,” tegas Anita sapaan akrabnya yang sekaligus merupakan satu-satunya anggota dewan perempuan di kursi legislatif Mukomuko.

Sementara itu, Camat Lubuk Pinang Ali Muksin justru mengapresiasi respon tanggap dari 2 anggota dewan terkait dalam hal menyikapi yang terjadi di Pasar Lubuk Pinang, khususnya dalam waktu selama 6 bulan belakang ini. Ia juga berharap setelah adanya tinjauan dari dewan, secepatnya permasalahan ini mendapatkan solusi agar para pedagang kembali mudah mendapatkan air dan menikmati sarana yang berkaitan dengan pasca dicabutnnya meteran listrik.

“Semoga tidak hanya bisa mendapatkan air bersih saja. Tetapi juga bisa kembali menikmati penerangan lampu dan listrik selama berjualan. Kami sangat berharap meteran tersebut bisa kembali terpasang, kasihan kita melihat para pedagang yang berjualan,” tutup camat.

Penulis : Xif
Editor : Meky Alka

Share.

About Author

Leave A Reply

error: Content is protected !!