Miris, Meski Tanpa Hujan Bahaya Tetap Mengancam

0

Beginilah situasi kondisi banjir di Nagari Kampung Tengah Tapan, Kacamatan Ranah Ampek Hulu Tapan yang sangat memprihatinkan dan selalu menjadi ancaman bagi masyarakat. (Foto:romo/permatanilau.com)

PERMATANILAU.COM & SINARMUKOMUKO.COM – Dipenghujung bulan Ramadhan 1442 H, jelang Hari Raya Idul Fitri 2021 M yang jatuh pada tanggal 13 Mei 2021. Disaat beberapa umat muslim berusaha menyiapkan lebaran dengan suka cita. Namun disisi lain, beberapa warga justru harus mengeyam suasana mencekam yang seakan selalu mengancam atau menjadi ancaman setiap saat bagi seluruh masyarakat setempat.

Reporter ; Romi Putra permatanilau.com

Benar saja, berdasarkan pantauan wartawan media online permatanilau.com dilapangan, curah air yang menggenangi rumah warga diperkirakan mencapai satu meter dan mengakibatkan akses jalan sulit untuk dilalui. Bahkan beberapa peralatan rumah tangga milik warga ikut terbawa arus air sehingga beberapa alat rumah tangga justru tidak bisa digunakan kembali lantaran sudah terkenai air tersebut. Seperti contohnya Megic Com untuk menanak nasi, tidak akan bisa digunakan lagi saat sudah ikut dalam genangan air yang selalu seakan mengancam warga setempat meski tanpa hujan sama sekali. Apalagi jika musim hujan tiba, tentu kondisi ini sangat mempengaruhi itensitas air yang akan semakin tinggi di sekitar rumah warga.Salah seorang ibu rumah tangga di Pasar Melintang, Nagari Kampung Tengah, Kecamatan Ranah Ampek Hulu, Masriani kepada permatanilau.com menyampaikan, banjir yang terjadi Selasa malam, 11 Mei 2021 adalah kejadian yang sangat luar biasa dari kejadian banjir-banjir yang sebelumnya. Kedalaman air lebih tinggi dari sebelumnya, bahkan di pemukiman penduduk ketinggian air mencampai satu meter lebih.“Kerugian ternak dan kerugian kebutuhan pokok, apalagi mendekati lebaran. Masyarakat merasa sangat rugi apalagi sudah mendekati lebaran ini, dapat disimpulkan banyak kerugian, baik dari segi fisik, mental, maupun harta benda lain sebagainya,” kata Masriani.Adapun harapan terhadap pemerintah, diungkapkan Masriani ia sangat berharap agar pemerintah khususnya bagian penanggulangan bencana alam dengan cepat memberikan bantuan secepatnya. Kedepan diharapkan mengatasi banjir ini dapat diberikan solusi yang paling tepat. “Karena kalau masih seperti yang sudah-sudah, maka akan seperti ini terus juga kedepannya. Disamping ini menjadi momok, juga menjadi ancaman setiap hari karena tanpa hujan banjir pasti akan terjadi jika air naik dari hulu. Ini bisa menjadi ancaman bagi masyarakat karena bisa datang begitu saja diluar perkiraan,” ungkapnya lagi.Terpisah, Wali Nagari Kampung Tengah, Syafi’i membenarkan banjir yang terjadi diwilayahnya. Genangangan air mencapai satu meter, dan kejadian tersebut membuat warga semakin panik untuk sibuk menyelamatkan peralatan rumah tangga yang seharusnya bisa untuk diselamatkan. Seperti berkas-berkas surat baik surat kerja, kantor, maupun sekolah seperti raport dan ijazah.“Banjir kali ini yang terparah, sejauh ini dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang sudah turun. Kami berharap hal seperti ini segera diatasi dan benar-benar dicarikan solusi yang paling tepat, agar tidak selalu menjadi ancaman bagi masyarakat,” kata Syafi’i.Untuk diketahui, dari kejadian banjir di daerah tersebut setidaknya dari 630 Kepala Keluarga (KK), rumah yang terdampak banjir mencapai 400 rumah. Hingga Rabu, 12 Mei 2021 pukul 04.23 WIB situasi kondisi masih cukup memprihatinkan, bahkan untuk menyiapkan sahur saja masyarakat tidak maksimal, lantaran masih sibuk mengurusi banjir dan beberapa peralatan rumah tangga justru sudah banyak terkena imbas dari banjir sehingga masyarakat sulit untuk menunaikan sahur untuk puasa terakhir ditahun ini.

Editor : Meky Alka  

Share.

About Author

Leave A Reply

error: Content is protected !!