Rudi Jadi Wabup, Ini Apresiasi dan Harapan Untuk Pemimpin Pessel 2021 Dari Mukomuko

0

(Foto : dokumen redaksi/meky permatanilau.com)

PERMATANILAU.COM – Pasca berhasil meraih suara terbanyak dan terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat periode 2021-2024 dalam pentas demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020 lalu. Bupati Rusmayul Anwar, M.Pd dan Wakil Bupati Apt. Rudi Hariansyah yang baru dilantik oleh Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi, S.Pd pada Jumat, 26 Februari 2021 dan sudah mulai aktif dalam birokrasi pemerintahan di Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pesisir Selatan terhitung Senin, 1 Maret 2021, ternyata terus mendapat support dan dukungan dari berbagai kolega, kerabat, masyarakat, simpatisan, dan bahkan dari beberapa alumni Tahun 2000 (rekan seperjuangan dimasa sekolah bersama Rudi Hariansyah,red), serta salah satu tokoh presidium pemekaran Kabupaten Mukomuko dan Renah Indojati, dan bundo kanduang yang ada dirantau.

Perbincangan dialog yang di inisiasi oleh Media Online Permatanilau.com, akhirnya membuat beberapa masyarakat Tapan yang mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Mukomuko, berkumpul memberikan apresiasi dan harapan untuk pemimpin terpilih di Kabupaten Pesisir Selatan.

“Selamat atas dilantiknya bupati dan wakil bupati terpilih di Kabupaten Pesisir Selatan, khususnya untuk putra terbaik dari Tapan yang sudah resmi menjadi wakil bupati. Semoga bisa amanah dalam menjalankan tugasnya sehingga bisa membangun Pessel lebih maju dan berkarakter seperti motto yang diusung pasangan ini yakni “Rakyat Bergerak, Pessel Rancak”, kata sahabat karib Rudi, Eka Yeza Putra yang juga menjabat sebagai Kasi di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko sekaligus mewakili angkatan Tahun 2000.

SOSOK RUDI WABUP PESSEL TERPILIH

Dimata sahabat kecilnya yang juga seangkatan dimasa sekolah. Rudi Hariansyah diakui Kabid Hubungan Media Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mukomuko, Zonni Fourwanda, SS, MAP merupakan sosok yang cerdas dan sudah ada jiwa kepemimpinan sejak kecil. Hal ini diakuinya bahwa Rudi pernah menjadi ketua kelas dikelas Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SMAN 01 Basa Ampek Balai (BAB) Tapan. Bahkan didalam beberapa lomba seperti cerdas cermat, sosok Rudi dinilai Zonni selalu aktif dan berperan penting pada saat jalannya perlombaan.

“Rudi itu sosoknya tidak begitu banyak bicara. Pembawaannya santai, tapi cerdas dan memang sudah terlihat ada jiwa kepemimpinannya sejak kecil,” kata Zonni.

Sementara itu, Sanusi, SH yang menjabat Kabid di Dinaso Sosial Kabupaten Mukomuko bersama Melgi Fauzi, ASN di lingkup Dinas Dukcapil Kabupaten Mukomuko juga memberikan harapan untuk pemimpin birokrasi pemerintahan Pemdakab Pesisir Selatan terpilih, khusunya untuk putra terbaik Tapan yang menjadi wakil bupati terpilih.

“Semoga amanah dalam menjalankan tugas dan bangunlah Kabupaten Pessel untuk bisa semakin lebih maju lagi. Termasuk pembangunan yang belum tuntas agar bisa terealisasi, serta lihatlah potensi daerah agar bisa semakin diperhatikan lagi untuk perkembangan dan kemajuannya, termasuk untuk perkembangan di Eks Pancung Soal,” Kata Sanusi.

“Kami sebagai pemuda dan mewakili para pemuda di Tapan, sangat bangga bisa memiliki putra terbaik Tapan yang berhasil menjadi wakil bupati di Pessel. Rasa syukur dan bangga kami, karena dengan terpilihnya Rudi, putra terbaik Tapan yang menjadi wakil bupati. Tentu sekaligus memancing adrenalin agar lebih bersemangat untuk ikut memajukan daerah. Rudi menjadi inspirasi kalangan muda untuk bisa ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ungkap Kasi Pemanfataan Data dan Dokumen Kependudukan Dinas Dukcapil Kabupaten Mukomuko, Melgi Fauzi, S.Si.

Selanjutnya, Bundo kanduang yang ada diperantauan, Laili Suryani sekaligus istri dari Kepala Dinas (Kadis) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mukomuko, Drs. H. Bustari Maler, M.Hum juga ikut menyampaikan apresiasi rasa syukur atas terpilihnya pemimpin daerah di Kabupaten Pesisir Selatan, khususnya untuk putra terbaik Tapan yang menjadi wakil bupati. Adapun harapan yang ia sampaikan berharap agar dimasa kepemimpinannya, khususnya Rudi bisa tetap merangkul dan dekat dengan masyarakat, terutama kaum ibu-ibu dengan cara lebih menggiatkan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) dan melalui istri bupati dan istri wakil bupati agar lebih aktif dalam hal Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

“Kami sangat bersyukur ada putra terbaik Tapan yang bisa menjadi wakil bupati. Tetaplah rendah hati, menjadi sosok yang humanis dekat dengan masyarakat. Dan untuk kaum ibu-ibu di wilayah Pesisir Selatan, khususnya di Tapan agar bisa bersama-sama untuk ikut memajukan Kabupaten Mukomuko melalui bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kita sebagai wanita, khususnya kaum ibu-ibu, semoga kita tidak hanya bergantung pada suami. Tetapi juga bisa berbuat untuk sesuatu hal yang menjadi pundi-pundi pemasukan bagi ekonomi kita didalam keluarga. Oleh sebab itu, sinergisitas antara Ibu Ketua dan Ibu Wakil PKK bersama kaum ibu-ibu di lingkungan masyarakat memang sangat diperlukan,” kata Laili sambil menitihkan airmata, rasa syukur dan kagum ataskeberhasilan putra terbaik Tapan menjadi wakil bupati.

DIBALIK PEMEKARAN RENAH INDOJATI

Salah satu tokoh presidium pemekeran Kabupaten Mukomuko dan Kabupaten Eks Pancung Soal (Renah Indojati), Bustari Maler menyampaikan dirinya terlebih dahulu menyampaikan apresiasi terhadap Rudi yang merupakan putra terbaik Tapan yang memang merupakan asli orang Tapan, lantaran lahir dan bersekolah di Tapan, telah berhasil menjadi wakil bupatidi Kabupaten Pesisir Selatan. Diakhir perjuangan kepemimpinan Rudi, diharapkan sudah bisa merealisasikan pemekaran Kabupaten Renah Indojati. Oleh sebab itu, khususnya dibidang Sumber Daya Manusia (SDM) bisa lebih ditingkatkan, khususnya dalam bidang pendidikan.

“Sepengetahuan kami, Renah Indojati itu duluan berjuang dari Kabupaten Mukomuko. Dulunya kerajaan kita Kerajaan Indrapura, dan Mukomuko adalah adik dari kerajaan Indrapura. Tapi dibidang pemerintah kita dipisahkan, Mukomuko masuk ke Provinsi Bengkulu dan Renah Indojati masuknya di Sumbar . Dulu kita kenal wacananya KIM (Kerinci, Indrapura, Mukomuko) dan ketiga wilayah ini terpisah ke tiga provinsi yakni, Kerinci (Jambi), Indrapura (Sumbar), dan Mukomuko (Bengkulu). Harapan kami di kepemimpinan pak Aan (Rusmayul Anwar) dan pak Rudi Hariyansyah, bisa memperjuangkan pemekaran. Dan terkhusus untuk pemberian saran dalam hal birokrasi.Saya yang angkatan pegawai Tahun 1993, jadi rata-rata di Provinsi Bengkulu, Esolon II/A dan Esolon II/B. Jika pak Aan dan pak Rudi, meminta saran dan pendapat dengan kami. Maka dengan senang hati kami akan menyampaikan pokok-pokok pikirah, terkhusus untuk pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan. Disamping itu, saya yakin dan percaya, sosok pak Aan dan Pak Rudi ini orangnya terbuka, orangnya fare dan care, tentu akan menerima saran dan masukan dari seluruh pihak,” tutup Bustari.

Penulis : Meky Alka (Jangan lupa saksikan cuplikan dialog videonya di youtube, klik https://youtu.be/KcAw5nDD-Hc)

 

Share.

About Author

Leave A Reply

error: Content is protected !!