Puskesmas Lubuk Sanai Gelar Vaksinasi

0

dr. Nesa Renata saat disuntik vaksin. (Foto:meky/permatanilau.com)

PERMATANILAU.COM – Puskesmas Lubuk Sanai di wilayah Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, Sabtu (6/2/2021) menggelar kegiatan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan yang ada di lingkup puskesmas.

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Sekretaris Camat (Sekcam) Kecamatan XIV, Suardi, S.Sos dan Bhabinkamtibnas Kecamatan XIV Koto, AIPDA Mulyadi serta Bripka Darlan, juga turut dihadiri langsung oleh dr. Nesa Renata yang berdinas di Pusekmas Dusun Baru V Koto, Kecamatan V Koto, Kabupaten Mukomuko.

“Kebetulan saya tinggal disini (dekat Puskesmas Lubuk Sanai,red). Jadi saya ikut saja vaksin disini,” kata dr. Nesa saat dikonfirmasi awak media disela-sela kegiatan vaksinasi.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Lubuk Sanai, Etis Sumarni, SKM melalui dr. Faisal juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan imunisasi Covid-19 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lubuk Sanai dengan tema sukseskan vaksinasi covid-19, melindungi diri, keluarga dan sesama.

“Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB adalah tindaklanjut dari kegiatan vakisnasi yang sudah dilakukan di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko beberapa waktu lalu,” jelas dr. Faisal.

Adapun dari total jumlah 52 staf di Puskesmas Lubuk Sanai, berdasarkan hasil yang terdata dari Tim Satgas Kabupaten Mukomuko ada 34 yang mengikuti vaksin dan kesaluruhannya sudah mengikuti screning.

“Semunya sudah screning. Sedangkan data yang dihimpun hari ini ada 18 orang yang divaksin, termasuk dokter, bidan, dan perawat). Sebagian sudah ada yang divaksin pada saat kegiatan vaksin di Kantor Dinkes Kabupaten Mukomuko dan ada juga yang belum karena beberapa alasan,” tambahnya.

Diungkapkan dr. Faisal, beberapa orang tenaga kesehatan yang belum sempat mengikuti vaksin diantaranya karena kondisi tubuh yang belum memungkinkan untuk divaksin. Oleh sebab itu statusnya masih menunggu dan jika sudah siap dan bisa dinyatakan untuk divaksin, maka akan divaksin pada hari Senin (8/2/2021) mendatang.

“Tadi ada 6 orang yang tidak bisa divkisn. Diantaranya karwna ada riwayat sakit jantung, hamil, dan hiper tiroid. Sedangkan 7 orang tenaga kesehatan yang ditunda dengan alasan mengidap penyakit hipertensi, diabetes melitus (penyakit gula,red), dan inspeksi saluran pernapasan (ISPA).

“Tenaga kesehatan yang sudah divaksin, nantinya sesuai dengan petunjuk pelaksanaan pemberian atau penyuntikan vaksin, maka 14 hari hingga 21 hari berikutnya sudah mulai divaksin kembali untuk tahap kedua atau dalam istilah medis disebut dengan boster (penambahan). Tapi yang jelas untuk pelaksanaannya kita tetap menunggu kesiapan dari dinas saat mendistribusikan vaksin kembali,” ungkapnya.

Terakhir dr. Faisal juga menegaskan agar masyarakat jangan pernah takut untuk dilakukan vaksin, apalagi tenaga kesehatan juga sudah divaksin. “Harapan kami tentunya masyarakat jangan ragu apalagi takut termakan isu-isu yang tidak bisa dipercaya, selain dari orang yang ahlinnya seperti ahli terminologi atau tim medis. Sebab vaksin ini tidak terlalu membahayakan apalagi sebelum divaksin masyarakat pasti akan melalui atau menjalani tes kesehatan terlebih dulu. Artinya juga akan ada proses yang dilalui masyarakat sebelum divaksin, jadi jangan takut dan ragu lagi demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tutupnya.

Penulis : Meky

Share.

About Author

Leave A Reply

error: Content is protected !!