Bongkar Rahasia Buah Naga, Petani Ini Tetap Bagikan 10 Batang Tiap KK

0

Petani buah naga saat dikonfirmasi wartawan. (Foto:meky/permatanilau.com)

PERMATANILAU.COM – Berangkat dari Ngebrugan, Desa Njrengan, Kecamatan Kartosono, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur hingga tiba di wilayah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu pada Tahun 1983. Petani bujangan yang kini memiliki 3 menantu dan 5 cucu itu tetap rendah hati dan berjiwa besar, berhati tulus dalam memberi ilmu. Bagaimana kisah ceritanya dibalik kesuksesan menjadi petani Buah Naga dan rahasia khusus yang dimiliki mantan Kepala Desa (Kades) periode 2009-2015 di Desa Banjar Sari, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu tersebut ? Simak ceritanya..

Ditulis oleh ; Meky Alka
permatanilau.com & sinarmukomuko.com

Muhammad Nasihin 58 tahun, beristrikan Saini 55 tahun dan memiliki 3 anak, Santo Valentino, Ira Roiyah, dan Khairun Nasirin. Petani yang berangkat sejak bujangan dari Provinsi Jawa Timur pada Tahun 1983 dan menikah ditahun 1984 dan kini sudah memiliki 3 menantu dan 5 orang cucu. Ternyata dibalik kesederhanaannya berjualan Buah Naga bersama saudaranya Muhyani dipinggir jalan Komplek Perkantoran Pemda Mukomuko, Kamis (4/2/2021). Ia dengan berjiwa besar dan berhati tulus menceritakan rahasia dibalik suksesnya sebagai petani Buah Naga yang sudsh ditekuninya sejak lama.

“Sebenarnya ada rahasia besarnya mas. Ini saya dapatkan dari hasil pengamatan saya selama bercocok tanam Buah Naga yang nama lainnya disebut dengan sebutan Sabilah Merah. Boleh percaya atau tidak, jadi rahasia untuk mendapatkan hasil yang bagus dan baik, bahkan bisa berpengaruh pada ukuran bentuk buah. Saya justru melakukan penyerbukan putik jantan dan putik betina (proses kawin buah naga), setiap dari pukul 21.15 WIB hingga pukul 22.59 WIB. Pernah saya lakukan diwaktu-waktu lain, namun hasilnya tidak begitu maksimal. Maka pada waktu pukul 21.15 WIB lah, akhirnya saya mendapatkan jawaban berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya sebagai waktu yang paling tepat untuk mendapatkan hasil yang baik pula,” kata Naishin yang ternyata juga merupakan mantan Kepala Desa (Kades) di daerah domisili tempat tinggalnya.

 

Diceritakan Nasihin, terkait mengapa ia memilih menjadi petani Buah Naga, karena untuk hasil panennya buah naga diakui bisa panen setiap bulan atau dalam istilah lain sebulan sekali pasti selalu panen. Oleh sebab sekali nanam panen terus itulah akhirnya menjadi ketertatikannya menjadi petani Buah Naga. Alhasil berkat keuletannya dalam setiap panen rata-rata berat buah mencapai 6 hingga 12 ons dan jika untuk umumnya rata-rata 7 hingga 8 ons.

“Yang jelas kalau menanam buah naga ini, sebulan sekali pasti panen terus mas, mulai dari bunga mekar sampai masak. Intinya dalam hal ini putiknya akan terus mekar sehingga selalu menyusul bakal bunga kembali,” jelasnya sembari menyebutkan bahwa total setiap kali panennya mencapai 2 kuintal atau 200 kilogram.

TETAP BAGIKAN 10 BATANG

Selain pada saat menjabat sebagai Kades ia telah memiliki niat membagikan 10 batang buah naga untuk tiap Kepala Keluarga (KK). Hingga kinipun niat itu masih tetap ada. Sebab ia memiliki niat baik untuk menjadikan daerahnya menjadi sebuah icon (ciri khas) yang bisa ikut membanggakan nama daerah ataupun ikut andil dalam promosi nama daerah melalui bidang buah.

“Rencana saya dulu berharap daerah saya akan dikenal sebagai daerah yang memiliki ciri khas atau icon tersendiri. Oleh sebab itu pada saat saya menjabat sebagai Kades, saya sudah memberitahu masyarakat jika ada yang berminat, maka saya akan membagikan 10 batang buah naga untuk masing-masing kepala keluarga. Seandainya saja tiap KK berniat dan akhirnya bisa mengelola perkembangan buah naga. Apalagi ditiap depan rumah warga ada buah naga. Maka itu bisa menjadi icon daerah kita. Tapi meskipun saya tidak menjabat Kades lagi, namun untuk niat berbagi itu masih ada. Semoga saja kedepannya masyarakat kita akan lebih banyk yang tertarik untuk menanam buah naga, apalagi khasiatnya juga bagus untuk kesehatan yakni menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi,” jelas Nasihin.

Terakhir ia juga mengungkapkan bahwa untuk proses penanaman buah naga miliknya, ia memiliki cara tekhnis yakni dari 260 batang buah naga miliknya diatas laham seluas 4 hektar tersebut, masing-masing batang diberi jarak tanam hingga 2 meter. Kemudian yang perlu di ingat bahwa pada saat proses kawin buah naga atau penyerbukan yang dilakukan setiap mulai pukul 21.15 WIB, harus dilakukan menggunakan kuas yang dibuat dari sabut ujung bagian batol kepala kelapa atau dalam istilah jawa disebut mangkar.

“Jadi dari bibit yang saya beli dari stand pameran perwakilan Kabupaten Kepahiang dalam acara pameran Peda KTNA Provinsi Bengkulu di Kabupaten Mukomuko pada Tahun 2013 lalu itulah akhirnya saya terus melalukan observasi pengamatan bagaimana cara bercocok tanam buah naga yang baik untuk mendapatkan hasil yang maksimal seperti saat ini. Sekarang tidak hanya sebagai petani, tetapi saya juga ikut menjualnya baik pelanggan mau datang ke kebun atau kadang saya yang turun langsung berjualan ke masyarakat seperti hari ini, berjualan disini dengan bandrol harga Rp.25 ribu perkilogramnya. Semoga ilmu pengalaman yang saya ceritakan ini bisa bermanfaat untuk orang banyak,” tutupnya.

Share.

About Author

Leave A Reply

error: Content is protected !!