Gelar Konferensi Pers, Polres Mukomuko Himbau Masyarakat

0

Kasat Reskrim Polres Mukomuko, IPTU Teguh Ari Aji S.IK saat menggelar konferensi pers dihadapan wartawan. (Foto:meky/permatanilau.com)

PERMATANILAU.COM – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Mukomuko, AKBP Andy Arisandi, S.IK melalui Kasat Reskrim IPTU Teguh Ari Aji, S.IK, Selasa (2/2/2021) sekitat pukul 10.21 WIN menggelar konferensi pers terkait beberapa kasus yang berhasil diamankan. Diantaranya, Minuman Jenis Tuak, Bahan Bakar Minyak (BBM), Penganiayaan Siswa Pesantren, dan Kasus SMK Swasta.

Dalam keterangannya, Teguh mengungkapkan bahwa terkait kasus minuman jenis tuak. Pihaknya berhasil menangkap pelaku pembuat atau produsen tuak. Adapun barang bukti (BB) yang berhasil diamankan yakni sebanyak 7 jerigen tuak dengan masing-masing jerigen berisi 30 liter. Sementata pasal yang menjeratnya yakni pelaku diduga telah melanggar Pasal 204 Ayat 1 dan 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Jo (junto) Pasal 106, Pasal 24 Ayat 1 UU No. 07 Tahun 2014 Tentang Perdagangan. Kemudian untuk kasus Bahan Bakar Minyak (BBM), pelakunya berhasil diamankan setelah penangkapan di jembatan Pasar Sebelah, Kecamatan Kota Mukomuko, pada Selasa (26/1/2021) sekitar pukul 22.30 WIB. Pelaku yang menggunakan 1 unit mobil pick up merk Daihatsu Grand Max warna abu-abu No.pol : BD 9804 NC No. Rangka : MHP3BA1JJK143964 Nosin : K3MH35242 tersebut disangkakan dalam tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak yang di subsidikan oleh pemerintah. Adapun barang bukti yang berhasil ditahan yakni sebanyak 21 jerigen plastik yang berisikan BBM jenis Bio Solar dengan jumlah volume kurang lebih 31 liter.

Kemudian selanjutnya untuk kasus tindak pidana kekerasan terhadap anak dibawah umur yang terjadi di Pesantren Raudatunnajah. Dalam hal ini pelaku yanh sudah dinaikkan setagus menjadi tersangak sejak 21 Janhari 2021 tersebut, dijerat dengan Pasal 80 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama selama 3,6 tahun dan atau denda paling banyak Rp. 72 juta. Dan yang terakhir mengenai kasus salah satu SMK Swasta di Kabupaten Mukomuko, Teguh menjelaskan bahwa pelakunya dijerat dengan pelanggaran Pasal 3 Pasal 9 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman pidana minimal 1 tahun penjara dan paling lama 20 tahun.

“Adapun kerugian negara dari paket keahlian jurusan Tehnik Sepeda Motor dan Jurusan Akomodasi Perhotelan yang bersumber dari APBN RI Tahun Anggaran 2016 ditaksir mencapai Rp. 2.783.886.000,00. Jadi intinya dari beberapa hasil penangkapan berdasarkan konferensi pers ini. Kami menghimbau agar masyarakat di Kabupaten Mukomuko, khususnya orangtua agar selalu memperhatikan anak-anaknya sekaligus memberikan pemahaman terkait bahayanya mengkonsumsi minuman jenis tuak. Apalagi berdasarkam hasil patroli tim dilapangan banyak ditemukan naak-anak yanh mengkonsumsi minuman jenis tuak tersebut. Belum lagi ditambah dengan banyaknya anak-anak yang mengkonsumsi obat jenis komix sehingga bisa membuat anak tersebut menjadi mabuk. Peran orangtua sangat penting. Begitu juga terhadap penjual agar bisa ikut mengontrol jika ada anak-anak yang membeli obat komix, tolong dilihat berapa jumlah yang dibeli, karena jika membeli secara berlebihan atau dalam jumlah banyak justru sangat membahayakan bagi si penggunanya,” tutup Teguh didampingi KBO Sat Reskrim Polres Mukomuko IPDA Joni Aljufri, SH dan Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Mukomuko IPDA Firman Bagus, S.Tr.k

Penulis : Meky

Share.

About Author

Leave A Reply

error: Content is protected !!