Zoom Meeting Ditengah Pandemi, Tatap Muka Tetap Jadi Prioritas

0

PERMATANILAU.COM – Beberapa sekolah di wilayah Kabupaten Mukomuko tetap melaksanakan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara zoom meeting atau secara online. Meski ditengah pandemi Covid-19, guru dan siswa belajar secara online. Namun proses kegiatan belajar secara Tatap Muka masih menjadi prioritas harapan baik guru maupun siswa.

Pantauan permatanilau.com, guru di SMPN 03 Mukomuko terlihat salah seorang Guru IPS, Harjoni, S.Pd sedang melakukan zoom meeting bersama siswa Kelas IX A hingga E yang jumlahnya mencapai 70 siswa. Tidak hanya itu, seluruh guru termasuk guru matematika disekolah tersebut, Suwanti, S.Pd juga melakukan hal yag sama yakni menerapkan metode pembelajaran daring melalui aplikasi zoom meeting.

“Dari metode pembelajaran menggunakan zoom meeting ini kami juga menerapkan Scoology kepada anak-anak. Scoology sendiri merioakan bahan ajar materi yang pada akhirnya siswa membuat kesimpulan dari penyampaian guru dengan berupa rangkuman ataupun berbentuk video. Artinya dalam proses kegiatan belajar seperti ini, tetap seperti biasa, ada tugas yanh diberikan ke siswa,” jelasnya.

Disamping itu, Kepsek SMPN 03 Mukomuko, Ismardiani, M.TPd juga menyampaikan meski melalui aplikasi zoom meeting, seluruh kinerja guru dan siswa tetap terpantau olehnya. Oleh sebab itu guru dan siswa akan selalu terpantau setiap harinya. Adapun untuk nilai tugas siswa dari hasil belajar melalui zoom meeting akan langsung keluar. Hal ini akan berbeda jika dalam bentuk esai atau bukan objektif, karena esai justru berdasarkan skor nilai dari guru yang melihat tugas siswa.

“Kami berharap meski proses KBM sekarang zoom meeting, siswa belajar dari rumah. Tapi orangtua tetap harus ikut memantau anaknya selama dirumah, khususnya pada saat proses daring dilaksanakan,” kata Ismardiani sembari menyebutkan bahwa pihaknya sangat berharap agar pandemi Covid-19 cepat berakhir, agar proses kegiatan belajar mengajar bisa kembali normal seperti semula yakni tatap muka.

Disisi lain, SMPN 01 Mukomuko juga menerapkan hal yang sama kecuali untuk eskul khusus Hafiz dan IT. Adapun untuk proses kegiatan belajar mengajar eskul khusus dilakukan dengan tatap muka dan terjadwal 3 kali pertemuan dalam seminggu yakni, Rabu, Jumat, dan Senin.

“Jadi untuk seluruh mata pelajaran kita masih daring atau belajar secara online. Sedangkan untuk eskul Hafiz dan IT yang berjumlah sebanyak 23 siswa dari 1 kelas dibagi menjadi 2 rombel, yakni ada yang 11 dan 12 siswa. Waktu belajarnya dari pukul 14.00 hingha 15.30 WIB. Selama ini untuk mata pelajaran yang seperti biasa kita memang menerapkan daring. Tapi harapan kami tentunya kedepan bisa secepatnya untuk tatap muka agar pemahaman siswa terhadap penyampaian guru atau mata pelajaran yang mereka terima bisa semakin lebih dimengerti dam dipahami,” kata Kepsek SMPN 01 Mukomuko Yeni Minarni, M.TPd.

Untuk diketahui salah seorang guru yang juga sedang menerapkan atau melaksanakan daring di SMPN 01 Mukomuko yakni Samsul Bahri, S.Pdi yang mengajar mata peajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk siswa kelas VI A sampai E yang jumlahnya mencapai 133 siswa.

Terpisah, Kepsek SMAN 01 Mukomuko, Siti Indyarti, M.TPd juga menyampaikan hal yang sama terkait keadaan saat ini yang mengharuskan pihak sekolah baik guru maupun siswa menerapkan metode proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara online yakni menggunakan zoom meeting. Namun besar harapan agar kondisi pandemi Covid-19 cepat berlalu sehingga bisa kembali normal seperti sebelumnya yakni kegiatan belajar tatap muka.

“Untuk seluruh guru di SMAN 01 Mukomuko memang sudah mengikuti pelatihan zoom meeting, google classroom dan lain sebagainya. Bahkan untuk sarana dan prasarana juga sudah mencukupi. Sehingga metode dari disekolah ini bisa dikatakan berjalan lancar meski belum 100 persen dengan berbagai alasan ataupun kendala seperti adanya beberapa siswa yang terkendala jaringan saat zoom meeting menggunakan aplikasi di android,” jelas Siti.

Ia juga menegaskan terkait metode daring yang diterapkan saat ini, ternyata pada saat kuesioner terhadap seluruh siswa, ada sekitar 60 hingga 70 persen siswa yang justru ingin kembali melaksanakan proses belajar tatap muka. Adapum harapan selama daring masih berjalan, Siti berharap agar guru dan siswa tetap semangat melaksanakan daring. Sedangkan untuk orangtua diharapkan agar bisa tetap memantau anaknya dengan baik, karena siswa lebih banyak belajar dirumah saat ini.

“Waktu-waktu proses kegiatan belajar masih seperti biasa, bahkan pakaian yang dikenakan siswa juga sesuai pakaian yang digunakan dari setiap hari sewaktu masih aktif disekolah dulu. Contohnya hari senin dan selasa baju putih abu-abu, rabu pakai batik, kamis pramuka, jumat muslim, dan sabtu olahraga.

Hal ini dipertegas kembali oleh Wakil Kesiswaan, M. Ampera, SE,MM juga menegaskan bahwa pihaknya sangat siap dalam md dukung program pemerintah baik menerapkan sistem metode daring maupun luring. Bahkan untuk jadwal selama ini juga sudah dirubah seperti contoh jadwal yang seminggu dijadikan satu hari satu mata pelajaran. Kemudian untuk materi, tugas maupun absensi pakai google classroom seperti orang kuliah (mahasiswa).

“Sebenarnya untuk SLTA yang pasnya tatap muka. Tapi karena keadaan saat ini, jadi kami tetap melaksanakan peribtah pemerintah yakni dengan metode daring. Seharusnya lebih baik tatap muka, apalagi siswa SMA berbeda dengan mahasiswa, karena siswa SMA tentunha masih mencari karakter. Jadi kalau tatap muka, guru lebih bisa menyampaikan materi mata pelajaran dengan siswa dan siswa akan lebih mudah untuk memahami,” tutupnya.

Penulis : Meky Alka

 

 

 

 

Share.

About Author

Leave A Reply

error: Content is protected !!