Pilkada 2020 Sumbar dan Bengkulu

0

PERMATANILAU.COM – Pesta demokrasi telah usai. Tanggal 09 Desember 2020 adalah momentum bersejarah bagi semua. Masyarakat bersuka ria mensukseskan Pilkada sebagai pemilih. Sedangkan kandidat dengan tenang menanti hasil sebagai penentu. Siapa yang bakal meraih suara terbanyak dalam pentas pemilu damai. Seperti halnya yang disampaikan oleh Presiden RI yang Ke-1, Ir. Soekarno, “Apa yang sudah disepakati secara politik, jangan pernah diperdebatkan secara estetis.” Pun demikian ketika penulis pernah membaca kalimat dari Sandiaga Salahudin Uno “Kita tidak ingin anak-anak muda Indonesia terus-terusan menjadi konsumen dan penonton di negaranya sendiri, kami ingin mereka mampu menjadi pemain yang membuka luas lapangan kerja.” Semoga saja putra-putri terbaik negeri ini dapat berkoontribusi melalukan gebrakan untuk memajukan daerahnya.

Sebelum menjadi kandidat bahkan terpilih, tentu mereka adalah penonton, mereka adalah masyarakat yang hanya bisa melihat, tanpa bisa berbuat apalagi untuk mengambil kebijakan. Tapi kini teruntuk kandidat yang telah terpilih dari suara-suara masyarakat. Sudah saatnya engkau pemimpin terpilih dinegeri kami, jalankan amanah, realisasikan setiap visi-misimu menjadi kenyataan agar masyarakat semakin bangga denganmu. Berikan suasana yang berbeda didalam kepemimpinanmu. Karena masyarakat cuma butuh satu, beri mereka perhatian dengan segala program yang engkau jalankan. Sentuh mereka dengan turun kebawah. Melihat langsung apa yang sedang masyarakatmu alami saat ini.

Beberapa point pasti telah tercatat dalam debat kandidat, jadikanlah itu sebagai salah satu bagian dari program tercepat. Sebab itu adalah pokok permasalahan yang justru harus cepat untuk ditanggap.

Sebelum lebih jauh menulis, merangkai kata penuh makna. Ijinkan penulis memperkenalkan diri terlebih dahulu. Memiliki nama lengkap Meky Alka, profesi jurnalis sekaligus Direktur Utama PT. Alka Jaya Media dan memiliki dua media online atau portal berita yang diberi nama sinarmukomuko.com dan permatanilau.com, Bermula dari menitih karier di Kota/Provinsi Bengkulu, lalu hijrah ke Kabupaten Mukomuko dan kini sampai di Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Tentu banyak hal yang telah dijumpai termasuk bertemu masyarakat dengan berbagai mainset (pola pikir) yang berbeda-beda, pun demikian karakter, sikap dan sifat. Berbagai kalangan, masyarakat biasa (tanpa memandang bulu) hingga pejabat dan politikus partai. Hal inilah yang membuat penulis yakin bahwa faktor x (lingkungan) sangat mempengaruhi. Pola pikir kita akan semakin tebentuk dengan tepat bersama lingkungan yang tepat.

Berada dilingkungan orang-orang cerdas, maka kita akan ikut cerdas. Berada di lingkungan politik maka inilah adrenalin yang memacu untuk ikut andil dalam bagian dari pesat demokrasi. Merasa terpanggil untuk menulis beberapa kalimat yang berkenaan dengan politik ataupun pilkada ini. Sekali lagi selamat kepada kandidat yang terpilih berdasarkan Quick Qount (perolehan hitung cepat sementara).

Tjokroaminoto pernah menyebutkan, “Jika kalian ingin menjadi pemimpin besar, maka menulislah seperti wartawan dan berbicaralah seperti orator“. Oleh sebab itu ijinkan dan perkenankan saya menulis. Semoga ada faedah kalimat bermakna sebagai kisi-kisi motivasi kita bersama. Pembaca selaku masyarakat semakin terinspirasi. Pembaca selaku pejabat semakin tergerak untuk bergerak merealisasikan visi-misi sebagai tanda, sebagai bukti, bukan sekedar janji.

Sebelum terpilih sebagai kandidat yang unggul dengan perolehan suara terbanyak sementara. Tentu beberapa momentum peristiwa kejadian pasti banyak dijumpai. Mulai dari beberapa serangan, celaan di media sosial bahkan hingga menyangkut pribadi individu, serangan mengadu argumen antar kandidat didalam debat kandidat, tim relawan ataupun yang disebut tim pemenangan atau tim keluarga yang akhirnya terjadi perselisihan paham komunikasi dengan tim kandidat lain, persetuan diantara masyarakat bahkan di keluarga dalam menentukan pilihan (perbedaan pandangan), serta tidak menutup kemungkinan terjadi pula peselisihan didalam internal tiap masing kandidat hingga ketingkat relawan dibawah. Sebab bisa jadi sesama didalam internal akan timbul perselisihan baik dalam pendapat maupun dalam eksekusi yang dikerjakan.

Oleh sebab itulah kita bersama mesti mengingat ucapan Ir. Soekarno, “Pemilihan Umum jangan menjadi tempat pertempuran perjuangan kepartaian yang dapat memecah persatuan bangsa Indonesia“. Apapun yang terjadi dalam pesta demokrasi ini, termasuk dalam kepartaian. Meski dapat memecah belah, namun tetaplah secara bersama kita menjaga persatuan bangsa Indonesia.

Ingatlah ungkapan Ir. Soekarno, “Politik bukanlah perebutan kekuasaan bagi partainya masing-masing, bukan persaingan untuk menonjolkan ideologinya sendiri-sendiri tetapi politik untuk menyelamatkan dan menyelesaikan revolusi Indonesia.” Dan seperti yang pernah disampaikan oleh Senator dari Amerika Serikat 1925-1968, Rober F Kennedy bahwa “Pemilu mengingatkan kita tidak hanya tentang hak tetapi tanggung jawab kewarganegaraan dalam demokrasi“. Oleh sebab itu semoga setiap kandidat hendaknya dapat fokus untuk menyelamatkan revolusi Indonesia bahkan bisa melaksanakan tanggungjawab kewarganegaraan dalam demokrasi dengan sebaik-baiknya. Sebab hak kandidat sudah dilakukan masyarakat dengan keiikutsertaan sebagai pemilih. Bergeraklah pemimpin negeri yang terpilih, kembangkan potensi SDA dan SDM yang ada diderah anda. Sembari tetap mengingat bahwa menjadi pemimpin bukan cuma soal jabatan, tapi juga tanggungjawab dunia dan akhirat.

Satu hal yang perlu diketahui pula bahwa Emha Ainun Nadjib juga pernah menyebutkan “Pelajaran terpenting bagi calon pemimpin adalah kesanggupan menjadi rakyat. Barangsiapa sanggup menjadi rakyat yang baik, itulah pemimpin yang baik“. Oleh sebab itu karena kandidat dipilih oleh masyarakat, maka sangguplah untuk menjadi rakyat, ikut merasakan dan memahami apa yang terjadi dengan masyarakat. Lalu ingatlah dengan apa yang pernah disampaikan Ir. Joko Widodo bahwa “Tidak mungkin Indonesia menjadi bangsa yang maju, bila infrastruktur tidak memadai” Oleh sebab itu pula untuk kandidat yang terpilih sebagai masyarakat terdapat banyak amanah yang kami sampaikan ke pundakmu sebagai pemimin negeri ini. Tapi jangan lupa untuk selali fokus pada infrastruktur daerah kita agar daerah kita semakin maju dan berkembang pula.

Bangunlah suatu dunia dimana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan“. Jadi untuk kandidat terpilih jadilah sebagai pemimpin negeri yang bisa merangkul semua, membuat kedamaian dalam persaudaraan. Lupakan beberapa kisah pilu yang terjadi belakangan ini. Ambil positif jauhkan yang negatif. Bersaudaralah kita semua, dan pada yang kalah tetaplah bersifat arif dan bijaksana tetap dengan jalan damai tanpa memecah persaudaraan sesama insan manusia.

Peganglah kunci prinsip bahwa “Pemahaman kita akan orang lain, justru akan memperlambat amarah“. Artinya jika bersikap arif dan bijak, segala sesuatu yang disikapi dengan dewasa maka akan membuat keadaan justru akan membaik tanpa adanya amarah. Ingatlah pula pesan dari Zhuangzi bahwa “Seseorang tidak bercermin pada air yang mengalir, mereka bercermin pada air yang tenang. Hanya yang tenang yang bisa menenangkan ketenangan lain” dan seperti yang disebutkan oleh Cary GranJangan terlalu ekstrem. Jangan terlalu membenci dan jangan terlalu mencintai. Cobalah berada di tengah“.

Ingatlah pemimpin negeri kami yang terpilih, Warren Bennis menyebutkan, Kepemimpinan adalah kapasitas untuk menerjemahkan pandangan menjadi kenyataan. Oleh sebab itu dari seluruh pandangan-pandanganmu untuk memajukan daerah, kami berharap bisa menjadi kenyataan. Pun demikian seperti yang disampaikan oleh A. Muhaimin IskandarPolitik akan penuh makna dan memiliki kekuatan apabila mengakar dengan budaya dan tradisi yang kokoh.” Jadi tetaplah menjadi pemimpin di negeri kami yang tetap mempertahankan nilai-nilai budaya dan tradisi yang ada. Sebab apapun yang terjadi, John F Kennedy pernah menegaskan “Jangan tanya apa yang negara kamu bisa lakukan untukmu. Tanyakan apa yang bisa kamu lakukan untuk negaramu.” Jadi pemimpin kami, berbuatlah, bergeraklah, maju dan kembangkan daerah ini. Amanah rakyat ada dipundakmu.

Untuk diketahui hasil perhitungan sementara, Gubernur Sumatera Barat :
Berdasarkan hasil penghitungan real count di situs resmi KPU, pilkada2020.kpu.go.id, Sabtu (12/12/2020) hingga pukul 09.51 WIB, Mahyeldi-Audy unggul 33,4 persen atau 401.503 suara. Selanjutnya, pasangan Nasrul Abit-Indra Catri menempel dengan 30,4 persen atau 364.396 suara. Kemudian Mulyadi-Ali Mukhni dengan 26,5 persen atau 317.608 suara. Dan terakhir Fakhrizal-Genius Umar mendapatkan 9,7 persen atau 116.346 suara. Suara yang masuk baru dari 6.640 TPS dari total 12.548 TPS atau 52,92 persen.

Berdasarkan hasil hitungan sementara yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) di pilkada2020.kpu.go.id yang dilihat pada Jumat, (11/12/2020) pukul 08.45 WIB, Bupati Pesisir Selatan : Paslon no 2 Rusma Yul Anwar-Rudi Hariyansyah ini unggul dengan persentase suara 58,9 persen atau 58.947 suara. Kemudian Hendrajoni-Hamdanus dengan persentase suara 34,4 persen atau 34.436 suara. Dan terkahir Dedi Rahmanto Putra- Arfianof Rajab memperoleh persentase suara sebesar 6,6 persen atau 6.637 suara.

Gubernur Bengkulu : Pasangan Rohidin Mersyah-Rosjonsyah unggul 42,3 persen atau 203.538 suara. Kemudin pasang Helmi Hasan-Muslihan Diding 32,2 persen atau 154.563 suara . Dan terakhir Agusrin Maryono-M Imron Rosyadi 25,2 persen dengan 122.512 suara.

Bupati Mukomuko : Paslon nomor urut 02 Sapuan-Wasri memperoleh suara sebanyak 21.337 dan Paslon nomor 01, Choirul Huda-Rahmadi sebanyak 12.599 suara atau selisih unggul sekitar 8.738 suara (data sementara 28,57 persen)

 

Share.

About Author

Leave A Reply

error: Content is protected !!